Situasi Semakin Sulit Dan Terlihat Tak Berpihak Pada Vettel

Juara dunia Sebastian Vettel, juara dunia empat kali beruntun mungkin tak menyangka karir balapannya bisa sejungkirbalik ini. Berawal dari Charles Lecrerc yang dipromosikan jadi rekan setimnya, dalam sekejap Vettel menghadapi ancaman dari pembalap bau kencur yang baru entas dari F2 itu. Ditambah dengan performanya yang inkonsisten dan Lecrerc mencetak kemenangan perdana di Spa-Francorchamps disusul kemenangan fenomenal di Monza seminggu kemudian, tak sulit untuk menyimpulkan Ferrari mengalihkan dukungan dan menjadikan Vettel pembalap ‘wing-man‘ sebuah istilah untuk menyebut pembalap kedua di tim F1 yang harus siap berkorban demi pembalap utama dan tim.

Tawaran itulah yang ditolak Vettel ketika Ferrari mengajukan perpanjangan kontrak. Namun kini keadaan tampaknya tak berpihak pada Vettel. Setelah Daniel Ricciardo mengisi kursi kosong yang ditinggalkan Carlos Sainz di McLaren setelah direkrut oleh Ferrari, pilihan realistis bagi Vettel tampaknya hanya Renault yang menyisakan satu tempat lowong yang sebelumnya dikuasai Ricciardo. Namun Vettel telah menegaskan ia hanya mau bergabung di tim dengan mobil kompetitif. Dengan alasan itu ia menolak pendekatan dari McLaren. Dan karena Renault di level setara dengan McLaren, tampaknya Vettel pun tak tertarik melanjutkan karirnya di F1 selepas dari Ferrari.

Mengincar kursi di Mercedes terlihat seperti opsi yang 50:50 bagi Vettel. Di satu sisi, mereka sudah memiliki pasangan pembalap yang solid dalam wujud Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas. Namun patut diingat kontrak Hamilton berakhir di ujung musim 2020 ini dan belum ada tanda negosiasi. Kendati begitu, pembicaraan kontrak tampaknya cuma formalitas karena Hamilton telah menegaskan loyalitasnya pada Mercedes.

Namun membentuk tim serba Jerman pun bisa menjadi entitas yang menarik, terutama demi menarik sponsor dan kepentingan marketing. Itu telah ditegaskan bos Mercedes, Toto Wolff, bahwa mereka memiliki pasangan pembalap yang sempurns, namun ia terus memantau situasi Vettel setelah dilepas Ferrari.

Jika bergabung dengan Mercedes pun gagal, Vettel tak ada opsi lain selain pensiun sementara waktu sepanjang musim 2021 kelak. Atau, Vettel bisa mencoba bergabung dengan tim Racing Point. Setelah memasok modal besar untuk Aston Martin, Lawrence Stroll sang pemilik Racing Point akan mengubah nama tim menjadi Aston Martin Racing. Kendati tim medioker, karena dipasok mesin dari Mercedes, publik melihat tim ini berpotensi kompetitif dan itu yang diharapkan dipertimbangkan oleh Vettel. Jika opsi ini pun sama tidak menariknya bagi Vettel seperti tawaran McLaren, maka menyepi di rumahnya di pedalaman Swiss menjadi pilihan terbaik Vettel, sembari merenungi kembali komitmennya untuk F1.

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s