Alasan Di Balik Ikan Ditempatkan Di Bak Air Kamar Mandi

Kita pasti pernah berada dalam situasi canggung seperti ini: ketika lagi bertamu ke rumah seseorang, atau kenalan teman kita yang mengajak kita, atau kita cuma diminta ikut menemani, ada saat kita merasa ingin pipis dan tidak bisa ditahan lagi. Lalu sambil menyela obrolan kita permisi untuk ke kamar mandi yang tentu saja dipersilakan ke kamar mandi.

Tentu sebagai manusia yang baik dan bukan kucing yang setelah pipis sembarangan langsung ditinggal begitu saja, kita perlu menyiraminya. Lantas tanpa sengaja ekor mata kita menangkap sesuatu yang bergerak di dasar bak air tersebut. Setelah menyiram limbah kita, bukannya langsung keluar dari kamar mandi, kita perhatikan betul apa sebenarnya di dasar bak air itu. Setelah mengetahui di dasar bak air itu adalah beberapa ekor ikan berukuran sedang, pikiran kita kemudian sedikit tak karuan.

Melaporkannya kepada rekan kita, khawatir ketahuan tuan rumah langsung ditanyai saat itu juga. Langsung minta klarifikasi ke tuan rumah tentang temuan ikan tersebut belum ada nyali dan keberanian. Kita bahkan mungkin sempat berpikir itu bagian dari ritual tertentu. Tentu saja karena kita dapati itu bukan kebiasaan yang sering kita temukan di sekitar kita.

Faktanya adalah menempatkan ikan di bak air tidak ada kaitannya sama sekali dengan pesugihan. Setidaknya jika kita berpikir ilmiah. Sederhana saja. Ikan mendapatkan makanannya dari organisme lebih kecil, juga mikroorganisme. Dan tahukah kalian organisme apa yang paling suka berada di wadah yang menampung air tidak mengalir? Itu adalah cebong jentik-jentik.

Fase larva dari nyamuk yang dikaitkan dengan penyakit mematikan memang senang hidup di air tergenang. Bak kamar mandi bukanlah pengecualiannya. Di mana ada air tergenang nyamuk akan meletakkan telurnya untuk kemudian menetas dan jadi larva. Si jentik-jentik itu. Jika harus ditangkapi satu per satu, rasanya seperti kurang kerjaan saja. Kalau harus tiap hari menguras bak kamar mandi, selalu melelahkan, juga pemborosan.

Rasanya menempatkan ikan di bak kamar mandi menjadi jalan tengahnya. Ikan akan langsung memakan jentik-jentik yang memang bagian dari pakannya dan kita tak perlu kelelahan mengurasnya tiap hari. Dan karena ikan bukan benda najis bagi orang Islam, tentu tak mengapa mandi dari air yang di dalamnya ada ikan. Yang terpenting adalah luas bak mandi dibuat cukup besar sehingga bisa menampung volume air lebih besar.

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s