Suruh Anakmu Diam Di Rumah, Jangan Melawan

Wabah pandemi CoViD-19 yang perlu diterjemahkan telah berdampak pada banyak aspek kehidupan. CoViD-19 yang membutuhkan layanan penerjemahan membuat sekolah dan kampus meliburkan aktivitas di tempat. Sebagai gantinya, semua kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah. Kira-kira sudah tiga bulan aktivitas belajar mengajar dilakukan dari rumah. Dan terutama para siswa mulai memperlihatkan kebosanan mereka hanya di rumah sepanjang waktu.

Kita sudah alasan merumahkan para siswa diharuskan belajar dari rumah. Penularan CoViD-19 yang sangat masif dan cepat jadi alasan utama di balik imbauan itu. Namun mereka mulai gelisah dan gatal ingin segera kembali sekolah secara normal. Korea Selatan mereka jadikan contoh bahwa situasi sudah membaik sehingga sekolah seperti biasa sudah bukan masalah lagi.

Ternyata semesta belum berpihak pada kalian, bocah-bocah. Meskipun sekolah di Korea Selatan menerapkan tindakan ketat saat sekolah kembali dibuka, itu tidak mencegah covid19 kembali menyebar. Banyak diwartakan media online bahwa kejadian infeksi covid19 muncul kembali begitu sekolah dibuka. Praktis sekolah harusnya ditutup dan para siswa terpaksa kembali belajar dari rumah.

Memang berada di tempat yang sama dalam waktu lama sangat menjemukan, meskipun itu senyaman rumah. Namun katanya bukan tempat yang membuat kita nyaman, tapi diri kita-lah yang menjadikan tempat itu nyaman. Entahlah mana yang benar. Tapi dalam hal para pelajar merasa jenuh padahal di rumah sendiri, tampaknya orangtuanya patut dipertanyakan. Tampaknya saat anak pelajar merasa jenuh di rumah sendiri, ada andil orangtuanya di sana yang tidak menciptakan suasana yang menyenangkan. Jangan-jangan anaknya diacuhkan dan mereka sibuk sendiri dengan gawai mereka.

Atau, para orangtua kelabakan ketika mereka harus bersama anak mereka 12 jam atau bahkan lebih. Padahal biasanya mereka mengantar anak mereka sekolah. Dan selama kurang lebih 6 jam anak mereka diurus sekolah. Lalu sekadar dijemput dan diteruskan ke tempat les, giliran diasuh oleh guru les mereka. Dan saat mereka dijemput pulang, mereka sudah tertidur. Jadi orangtua begitu terkejut ketika harus bersama anak mereka sepanjang hari di masa pandemi ini, lalu merasa seakan-akan mereka tidak mengenal anak mereka sendiri.

Sekarang waktunya memperbaiki ikatan anak-orangtua. Mumpung masih belajar dari rumah, mulai selami anakmu seperti apa, yang selama ini kamu hanya tahu antar-jemput. Setidaknya itu membantu mereka tetap tenang dan nyaman selama belajar dari rumah dan tidak ribut buru-buru kembali sekolah seperti biasa. Paling tidak jika wabah ini berlalu dan anak boleh kembali sekolah seperti biasa dengan aman, kamu justru merasa berat berpisah dengan anakmu, dan bukan sekadar antar-jemput mereka.

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s