Postingan Luar Biasa

Ketika lagi marah. Karena banyak hal. Namun masih bisa bikin postingan baru. Itu sesuatu luar biasa.

Namun kenapa marah? Macam-macam sebabnya. Melihat Ferrari kembali meragukan. Bagaimana mereka bisa mengalahkan Mercedes dan mengakhiri puasa juara dunia sejak 2007 dan konstruktor sejak 2008.

Atau sebaliknya. Melihat Mercedes tetap dan semakin dominan. Artinya musim ini akan kembali monoton. Tidak seru. Mercedes akan melaju sendirian di depan. Persaingan maksimal hanya antara Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas.

Yamaha XSR155 Menangkis “Semua Akan Matik Pada Waktunya”, Hadir di Malang memberi Warna Baru

Meskipun tren berkendara semakin tanpa persneling alias matik terus populer, dibuktikan dengan penjualan skutik yang terus meroket, bukan berarti menutup segmen lain atau tertutupnya segmen baru. Apalagi khusus wilayah Malang Raya minat pada retro klasik juga terus bertumbuh, pelan namun pasti.

Dengan pertimbangan seperti itulah, Yamaha merasa perlu memberikan alternatif bagi publik Malang Raya soal berkendara. Mereka bisa tampil beda tanpa mengarus bersama kalangan anti persneling namun tetap mendapatkan sensasi berkendara yang bahkan lebih berkualitas. Alasan itulah yang menyebabkan Yamaha XSR155 dihadirkan di bhumi Arema Malang Raya.

Maka bertempat di Java Dancer Coffee Roaster, Yamaha XSR155 resmi menggelinding di bhumi Arema Malang Raya pada Sabtu 15 Februari 2020 kemarin. Hadir dengan tampilan retro klasik, faktanya Yamaha XSR155 mengusung segala kecanggihan abad 21 dalam fitur-fitur jagoannya. Satu atau beberapa fitur yang menonjol adalah ban tubeless multi purpose serta suspensi depan upside down. Selain itu, speedometer Yamaha XSR155 tampil unik. Hadir dalam bentuk bulat yang klasik, speedometer Yamaha XSR155 menyajikan informasi serba guna dalam nuansa modern dan futuristik.

Yamaha XSR155 bisa dibawa pulang oleh warga Malang Raya dengan sejumlah uang sebesar 39 jutaan. Tersedia juga opsi lainnya untuk membangun Yamaha XSR155 menjadi antara lain motor cafe racer.

Maling Teriak Maling

Setiap kebudayaan memiliki istilahnya sendiri-sendiri untuk menyebut kebiasaan atau situasi yang dialami warganya dalam keseharian mereka. Pengejawantahannya kemudian seringkali berupa peribahasa atau perumpamaan atau peribaratan. Dalam konteks sesuai judul di atas, Indonesia pun memiliki beberapa peribahasa yang menggambarkan bagaimana seseorang terungkap kejelekan/keburukannya ketika berusaha membuka kejelekan orang lain. Ini sebagian di antaranya:

  • Menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri
  • Menjemur bangkai ke atas bukit
  • Mencoreng arang di muka sendiri

Sumber: wikiquote

Di tulisannya akan dibahas tentang bagaimana Realme dan Xiaomi terperangkap dalam situasi “maling teriak maling” sebagaimana peribahasa yang disebutkan di atas.

Soleh Solihun Ngobrol Dengan Vincent Bukan Wawancara Biasa

Sudah lihat Soleh Solihun wawancarai Vincent eks Club Eighties? Tonton dulu deh. Bukan soal ngikutin trending topic atau yang lagi rame di medsos. Tapi lebih dari sekadar wawancara biasa, Solih bisa memaksa secara halus Vincent untuk cerita mengalir.

Sedikit saja tentang Soleh Solihun. Salah satu komika yang pembawaannya tuh cenderung monoton dan membosankan. Sekarang dia juga bikin channel YouTube. Isinya sebagian tentang wawancara tokoh-tokoh terkenal di masyarakat.

Kembali ke wawancara Soleh Solihun dan Vincent eks Club Eighties. Seperti pembawaannya, wawancara dengan Vincent eks Club Eighties berlangsung membosankan. Apalagi suasananya juga terasa gloomy. Tata cahaya seadanya. Tak banyak berganti adegan (faktanya lokasi syuting video tersebut tidak pernah berpindah tempat). Namun yang istimewa dari wawancara Vincent eks Club Eighties oleh Soleh Solihun adalah Vincent begitu rileks menjelaskan semua yang ditanyakan Soleh Solihun. Dan Vincent eks Club Eighties pun menyampaikannya secara lancar tanpa ditahan-tahan.

Itu seperti proses psikoanalisis. Psikoanalis sangat lihai menggali pikiran terdalam seseorang yang biasanya dia enggan untuk menceritakannya. Itulah yang dilakukan Soleh Solihun. Pembawaannya yang lambat, monoton, dan terlihat membosankan nyatanya membuat Vincent eks Club Eighties lancar menceritakan segalanya, seakan-akan bebannya lenyap setelah menceritakan itu.

Perbedaan Ketahanan Pangan Dan Kedaulatan Pangan

Ketika isu pemanasan global dan perubahan iklim semakin kencang diembuskan, maka isu yang turut ditimbulkan adalah soal ketersediaan pangan. Memang iklim sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, organisme yang memasok makanan bagi organisme lainnya, terutama manusia. Tentu saja kalau pertumbuhan tanaman terganggu, maka pasokan pangan pun bisa terdampak, yang akhirnya menyebabkan manusia bisa saja kekurangan pangan.

Di antara isu-isu yang sering disampaikan menyikapi ketersediaan pangan adalah ketahanan pangan. Selain itu, ada pula istilah kedaulatan pangan. Sama-sama berakhiran pangan, adakah sebenarnya perbedaan antara kedaulatan dan ketahanan pangan?

Ketahanan pangan mengacu pada upaya suatu negara menjaga ketersediaan pangan bagi warganya. Sumbernya bisa berasal dari mana saja. Dan karena sepertinya impor merupakan opsi paling mudah, maka ketersediaan pangan paling mudah dilakukan dengan mengimpor.

Kedaulatan pangan, di sisi lain, tidak seperti itu. Sama-sama bertujuan menjamin ketersediaan pangan bagi warganya, kedaulatan pangan menekankan pada menghadirkan pangan dengan upaya dan cara-cara sendiri secara mandiri. Singkatnya, kedaulatan pangan menyediakan pangan bagi warganya dengan memanfaatkan semua sumber daya yang ada di negara tersebut.

Contoh kedaulatan pangan yang pernah terjadi di Indonesia adalah pada masa pemerintahan mbah Harto yang berhasil mewujudkan swasembada beras dan bahkan sampai mengekspor ke luar negeri.