Duo Maut Impian F1 Bisa Saja Terwujud Seperti (Pernah) Di MotoGP

Setelah Sebastian Vettel dan Ferrari resmi berpisah di akhir musim 2020 nanti, dinamika transfer pembalap begitu cepat terjadi. Apa yang sekarang dirumorkan akan kembali mentah dalam hitungan menit selanjutnya. Namun rumor paling gila seperti ini pun bakal mengejutkan pula.

Continue reading

Mengapa Perpisahan Vettel Dan Ferrari Begitu Mengharukan?

Ketika Dani Pedrosa tidak dilanjutkan kontraknya oleh Honda Repsol, banyak juga fansnya yang nelangsa. Namun suasananya terasa internal. Maksudnya hanya terjadi di kalangan fans Pedrosa sendiri. Begitu pula ketika Jorge Lorenzo memutuskan pensiun dari MotoGP. Atau Valentino Rossi yang rumornya bakal berlabuh di SIC Racing Team, menimbulkan kesan Rossi dilengserkan dari Yamaha Factory.

Continue reading

Mengapa Rossi Pindah Ke SIC Racing Team Bisa Saja Tidak Terjadi?

Belum diresmikan, namun sudah memicu keriuhan yang terus membesar. Begitulah yang terjadi ketika Valentino Rossi membuka komunikasi dengan petinggi SIC Racing Team. Apalagi mengingat Yamaha Factory telah resmi mengikat Fabio Quartararo, maka perpindahan Rossi ke SIC Racing Team semacam tukar guling formalitas belaka.

Continue reading

Ketika Visitor Blog Jadi Balapan MotoGP Sebelum Negara Api Menyerang

Demokratisasi internet telah membuat semua kalangan bisa berselancar di dunia Maya. Hasilnya, cara manusia berinteraksi pun turut berubah. Begitu pula soal pewartaan. Kalau sebelumnya warga terbiasa dengan pemberitaan cetak, seiring terbukanya akses internet, kebiasaan membaca pun pindah ke media digital. Tak hanya itu. Di internet tiap orang bisa jadi jurnalis berkat web 2.0 di platform blog.

Platform yang melejit saat ini hingga sekarang adalah WordPress. Dan tak hanya menyediakan sarana menulis. WordPress juga menyajikan Fitur-fitur untuk mendongkrak inspirasi menulis. Di antaranya adalah data visitor atau pengunjung yang sedang membaca tulisan kita.

Pernah pada suatu masa, angka-angka tersebut dijadikan semangat untuk memacu keinginan menulis. Dan angka-angka tersebut disajikan selayaknya komentator MotoGP mengomentari lajunya balapan. Salah satu blogger senior menyajikan data pengunjungnya sendiri dibandingkan dengan sesama blogger senior lainnya, lantas direspons jenaka oleh si blogger bersangkutan selayaknya Nick Harris dan Dylan Gray.

Kini atau belakangan ini fenomena tersebut sudah tak tampak lagi, bukan sekadar pudar. Tentu ada penyebabnya. Sebab utamanya mungkin adalah ngeblog sudah sama seriusnya ditekuni seperti wartawan media mainstream. Artinya sudah tak ada waktu lagi untuk canda-candaan, lucu-lucuan seperti banding-membandingkan angka visitor dalam bentuk komentator MotoGP.

Sebab kedua mungkin soal beda perspektif si antara mereka. Namanya pertemanan, perkawanan, bahkan persahabatan tak ada yang abadi. Hanya kepentingan yang abadi. Di antara mereka ada waktunya jalan tak lagi searah, pandangan tak lagi sama, langkah tak lagi sejalan. Jika candaan seperti itu terus dipertahankan saat hati tak lagi seirama, mungkin malah semakin memperuncing perbedaan yang sudah ada. Dan kita sudah tahu perbedaan macam apa yang berpotensi makin runcing kalau diusik-usik lagi.