Realme C3 Punya Nilai Jual Utama Yang Sulit Ditolak

Realme C3 diluncurkan untuk meneror Xiaomi. Di India, pasar smartphone terbesar di dunia, Xiaomi memang nomor satu. Namun kini posisinya terancam meskipun masih terus memimpin. Apalagi kalau hadirnya Realme, bocah kemarin sore yang langsung menggebrak. Bukan Samsung si pemain lama.

Realme C3 gaming smartphone translator Helio G70 penerjemah PUBG CODM blazing red ocean blue
Realme C3 gaming smartphone
Continue reading

Realme C3 Bukan Ponsel Entry Level Biasa

Realme C3 hadir sebagai ponsel Realme pertama yang mengusung Realme UI, sistem operasi Android yang diubahsuaikan menurut tim desain internal (in-house design team) Realme. Realme C3 secara sekilas akan merombak total segmen pemula (entry level) yang selama ini citranya sebagai smartphone sekadar untuk telepon dan teks serta multimedia seadanya.

Realme C3 blazing red ocean blue live image Realme C3 spesifikasi Realme C3 translator Realme C3 dicari penerjemah Realme C3 Helio G70 Realme C3
Foto nyata (live image) bukan foto olah grafis Realme C3 warna blazing red merah merona
Continue reading

Maling Teriak Maling

Setiap kebudayaan memiliki istilahnya sendiri-sendiri untuk menyebut kebiasaan atau situasi yang dialami warganya dalam keseharian mereka. Pengejawantahannya kemudian seringkali berupa peribahasa atau perumpamaan atau peribaratan. Dalam konteks sesuai judul di atas, Indonesia pun memiliki beberapa peribahasa yang menggambarkan bagaimana seseorang terungkap kejelekan/keburukannya ketika berusaha membuka kejelekan orang lain. Ini sebagian di antaranya:

  • Menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri
  • Menjemur bangkai ke atas bukit
  • Mencoreng arang di muka sendiri

Sumber: wikiquote

Di tulisannya akan dibahas tentang bagaimana Realme dan Xiaomi terperangkap dalam situasi “maling teriak maling” sebagaimana peribahasa yang disebutkan di atas.

Soleh Solihun Ngobrol Dengan Vincent Bukan Wawancara Biasa

Sudah lihat Soleh Solihun wawancarai Vincent eks Club Eighties? Tonton dulu deh. Bukan soal ngikutin trending topic atau yang lagi rame di medsos. Tapi lebih dari sekadar wawancara biasa, Solih bisa memaksa secara halus Vincent untuk cerita mengalir.

Sedikit saja tentang Soleh Solihun. Salah satu komika yang pembawaannya tuh cenderung monoton dan membosankan. Sekarang dia juga bikin channel YouTube. Isinya sebagian tentang wawancara tokoh-tokoh terkenal di masyarakat.

Kembali ke wawancara Soleh Solihun dan Vincent eks Club Eighties. Seperti pembawaannya, wawancara dengan Vincent eks Club Eighties berlangsung membosankan. Apalagi suasananya juga terasa gloomy. Tata cahaya seadanya. Tak banyak berganti adegan (faktanya lokasi syuting video tersebut tidak pernah berpindah tempat). Namun yang istimewa dari wawancara Vincent eks Club Eighties oleh Soleh Solihun adalah Vincent begitu rileks menjelaskan semua yang ditanyakan Soleh Solihun. Dan Vincent eks Club Eighties pun menyampaikannya secara lancar tanpa ditahan-tahan.

Itu seperti proses psikoanalisis. Psikoanalis sangat lihai menggali pikiran terdalam seseorang yang biasanya dia enggan untuk menceritakannya. Itulah yang dilakukan Soleh Solihun. Pembawaannya yang lambat, monoton, dan terlihat membosankan nyatanya membuat Vincent eks Club Eighties lancar menceritakan segalanya, seakan-akan bebannya lenyap setelah menceritakan itu.

Perbedaan Ketahanan Pangan Dan Kedaulatan Pangan

Ketika isu pemanasan global dan perubahan iklim semakin kencang diembuskan, maka isu yang turut ditimbulkan adalah soal ketersediaan pangan. Memang iklim sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, organisme yang memasok makanan bagi organisme lainnya, terutama manusia. Tentu saja kalau pertumbuhan tanaman terganggu, maka pasokan pangan pun bisa terdampak, yang akhirnya menyebabkan manusia bisa saja kekurangan pangan.

Di antara isu-isu yang sering disampaikan menyikapi ketersediaan pangan adalah ketahanan pangan. Selain itu, ada pula istilah kedaulatan pangan. Sama-sama berakhiran pangan, adakah sebenarnya perbedaan antara kedaulatan dan ketahanan pangan?

Ketahanan pangan mengacu pada upaya suatu negara menjaga ketersediaan pangan bagi warganya. Sumbernya bisa berasal dari mana saja. Dan karena sepertinya impor merupakan opsi paling mudah, maka ketersediaan pangan paling mudah dilakukan dengan mengimpor.

Kedaulatan pangan, di sisi lain, tidak seperti itu. Sama-sama bertujuan menjamin ketersediaan pangan bagi warganya, kedaulatan pangan menekankan pada menghadirkan pangan dengan upaya dan cara-cara sendiri secara mandiri. Singkatnya, kedaulatan pangan menyediakan pangan bagi warganya dengan memanfaatkan semua sumber daya yang ada di negara tersebut.

Contoh kedaulatan pangan yang pernah terjadi di Indonesia adalah pada masa pemerintahan mbah Harto yang berhasil mewujudkan swasembada beras dan bahkan sampai mengekspor ke luar negeri.