Apakah Berurusan Dengan Samsat Menyebalkan Dan Melelahkan?

Satu hal yang menumbuhkan begitu banyak aksi calo adalah konon berurusan dengan samsat begitu ribet dan boros segalanya. Pengalaman penulis mengurus mutasi keluar mungkin menegaskan sebagian asumsi tersebut. Tapi kalau kita bisa memperbaiki beberapa sektor, mungkin berurusan di samsat terasa seperti kegiatan normal.

Continue reading
Advertisements

Bagaimana Proses Mutasi (Keluar) Kendaraan?

Dalam kejadian yang belum begitu lama terjadi, penulis merasakan sendiri melakukan proses mutasi kendaraan. Mutasi di sini berarti memindahkan (mengeluarkan) kendaraan ke wilayah yang berbeda. Misalnya, kendaraan yang sebelumnya terdaftar di kota A akan didaftar ke kota B. Jika kendaraan cuma berganti nama pemilik namun masih di wilayah yang sama, itu bukan mutasi, sekadar balik nama saja. Kebalikannya, mutasi tidak mesti balik nama, jika pemilik lama berganti alamat yang berbeda wilayah.

Continue reading

Utak-Atik Laga Terakhir Liga 1 GoJek Bersama Bukalapak

Liga 1 GoJek Bersama Bukalapak mungkin tidak begitu diminati, bahkan oleh sesama warga negara Indonesia sendiri 😆 Itu bisa dimaklumi. Namun kalau melihat kondisi klasemen Liga 1 Gojek Bersama Bukalapak menjelang laga pamungkas, kali ini, untuk kali ini saja, Liga 1 Gojek Bersama Bukalapak jangan diremehkan, apalagi sampai tidak ditonton. Alasannya?

Continue reading

Laga Terakhir Memang Selalu Menegangkan

Sebenarnya tidak hanya sepakbola. Kompetisi apa pun kalau sudah menyisakan laga terakhir dengan persaingan ketat, yang tersisa hanyalah ketegangan tanpa tarik napas.

Musim 2015 MotoGP termasuk kompetisi yang tidak akan mudah dilupakan. Di sana, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo bersaing ketat sampai balapan Sepang. Situasi semakin pelik dan dramatis saat Rossi disanksi di balapan pamungkas. Seri Valencia di musim itu memecahkan jumlah rekor pemirsa terbanyaknya, karena orang ingin menonton hasil akhir. Karena tidak ada menang mutlak.

Begitu pula Liga 1 GoJek Bersama Bukalapak. Sementara papan atas dua tim masih bersaing ketat – PSM Makassar dan Persija Jakarta – papan bawah pun bukannya tanpa ketegangan. Malah lebih seru sebenarnya. Lima tim, ya lima, bersaing ketat agar bisa bertahan di Liga 1. Tapi lima tim itu juga berupaya keras agar tidak degradasi.

Poin minimal agar tidak degradasi adalah 40. Sriwijaya FC, Perseru Serui, Mitra Kukar, PS Tira, dan PSMS Medan belum dapat poin 40, maksimal baru 39.

PSMS Medan bahkan baru 37 poin tapi punya 1 pertandingan lebih banyak lawan PS Tira. Kalau menang, PSMS Medan langsung aman.

Di pertandingan akhir masing-masing klub, PSMS Medan bertandang ke PSM Makassar. Mitra Kukar harus lawan Persija Jakarta sebagai tim tamu. Sriwijaya FC juga harus jauh-jauh ke Kanjuruhan meladeni Arema FC. Dan Perseru harus terbang ke stadion Mandala melawan saudara tuanya, Persipura. Serta PS Tira dijamu tuan rumah Borneo. Siapa punya kesempatan lebih besar?

Sebelum bahas peluang masing-masing, ketegangan semakin bertambah karena adanya isu suap. Di antara tim yang rawan degradasi, ada yang mengaku ditawari sesuatu dengan balasan mengalah di laga terakhir sehingga tim tersebut terdegradasi.

Memang kalau melihat peluang masing-masing tim, sebagian dari mereka harus berjuang keras, sebagian lagi harus mengalah. Di atas kertas, laga-laga yang melibatkan tim besar pasti dengan mudah dimenangkan mereka. Jadi Arema FC dan Persipura serta Persija dan PSM masing-masing mendapat poin penuh. Apakah itu berarti Sriwijaya, Perseru, dan Mitra Kukar otomatis tersingkir? Karena itulah laga terakhir bakal berlangsung seru.

Namun karena sudah dibayangi isu suap, tampaknya pertandingan terakhir nanti mungkin terlihat kurang greget. Kalau penonton sudah terpantik dalam pikirannya asumsi atau prasangka -dalam hal ini isu suap tadi- ketegangan sesungguhnya dalam laga tersebut jadi sulit dinikmati.

Sudah Siap Kedatangan Zenfone Max Pro M2?

Galeri Asus Zenfone Max Pro M2 di akhir postingan

Asus Indonesia telah mengisyaratkan mereka tidak akan melepas Desember berlalu begitu saja. Sebaliknya mereka akan menjadikan bulan terakhir 2018 itu akan berkesan dan gegap gempita.

Asus Indonesia akan meluncurkan jagoan terbarunya, Zenfone Max Pro M2. Inilah ponsel Asus yang sangat diperhitungkan, bakal menjadi penantang serious Redmi Note 6 Pro. Berarti meneruskan “dendam lama” ketika Zenfone Max Pro M1 pun sanggup mengimbangi Redmi Note 5 AI.

Zenfone Max Pro M2 punya bekal lebih dari cukup untuk mengarungi kerasnya persaingan smartphone di Indonesia. Ponsel yang akan dirilis pada 11 Desember 2018 itu tidak hanya ciamik soal spesifikasi. Desain dan penampakan lahir pun sulit membuat orang mengabaikannya.

Dari kotak bungkusnya saja sudah menyiratkan Zenfone Max Pro M2 punya kesan yang menarik. Lebih dari itu, sekujur bodinya dibalut bahan mirip kata yang menonjolkan kesan premium.

Layarnya dilapisi Gorilla Glass generasi ke-6. Ada sebentuk relung (notch) kecil yang disediakan untuk mewadahi kamera dan beragam sensor.

Sensor sidik jari Zenfone Max Pro M2 masih ditempatkan di punggung ponsel, di tempat yang sama terdapat konfigurasi kamera yang kemungkinan besar 13 MP+5 MP.

Zenfone Max Pro M2 melakukan lompatan besar soal prosesor dibanding pendahulunya. Kini, Snapdragon 660 AIE yang menopang hidup Zenfone Max Pro M2 berbanding Snapdragon 636 yang disematkan di Zenfone Max Pro M1. Konfigurasi RAM + internal storage masih mengandalkan 4/64 yang kali in tampaknya tidak mengakomodasi 3/32 seperti sebelumnya.